Perlukah manusia memiliki kebudayaan?, sepertinya pertanyaan tersebut sangatlah mudah untuk dijawabnya. Benar saja, manusia dan kebudayaan itu ibarat "baju dan celana", keduanya berbeda tetapi saling keterkaitan antar satu sama lain. Jika kita memakai baju tetapi tidak memakai celana, rasanya itu ada yang janggal, begitu pun sebaliknya. Jika kita kaitkan dengan manusia dan kebudayaan, manusia tidak bisa lepas dari yang namanya kebudayaan, begitupun kebudayaan, tidak akan bisa berarti tanpa ada manusia yang membuat dan melaksanakannya
Kebudayaan awalnya dibuat oleh manusia itu sendiri, kemudian manusia itu yang mematuhi dan melaksanakannya. Tapi bagaimana jika manusia tidak menciptakan kebudayaan tersebut?, pastinya semua kegiatan kita menjadi kacau dan tidak terarah. Misal saja, jika di negara kita INDONESIA ini tidak ada peraturan, pastinya negara tersebut akan menjadi kacau, kejahatan dimana-mana, banyak penyimpangan sosial, dan lainnya.
Kebudayaan disetiap negara sangatlah berbeda, lalu bagaimana kita menyikapinya?, mudah saja, dengan kita mengenal kebudayaan antar negara di dunia, begitu pula kita bisa mengetahui perkembangan yang ada di dunia ini.
Tidak semua kebudayaan itu bisa kita contoh, ada pula kebudayaan yang tidak perlu kita contoh, misal saja di negara bagian barat itu sudah marak yang dinamakan "sex bebas". Sebagai manusia terutama yng bergama islam, melarang keras yang namanya sex bebas atau perzinahan. Karena ada ayat dalam al-qur'an yang melarang akan hal itu. jika kita melakukan hal itu maka nerkalah yang akan menanti kita di akhirat nanti.
Di zaman globalisasi seperti saat ini, manusia di dunia sudah mengenal kebudayaan negara lainnya. dengan adanya hal itu, kita sebagai manusia yang berahklak dan berbudi pekerti, harus bisa memilah- milah mana kebudayan yang pantas untuk kita contoh dan mana kebudayaan yang harus kita hindari.