Minggu, 19 April 2015

MANUSIA DAN PEMUJAAN

TEMA               : ILMU BUDAYA DASAR


MANUSIA DAN PEMUJAAN

              Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan Yang Maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya. Cara pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan.

             Pemujaan itu sendiri dapat digolongkan menjadi beberapa golongan, diantaranya :

1. Pemujaan terhadap Tuhan YME
        Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT, untuk itu alangkah lebih baiknya kalau kita selalu bersyukur kepada sang Pencipta, lalu bagaimana caranya???, mudah saja cara bersyukur yang benar adalah dengan menjalankan perintah ALLAH SWT dan menjauhi segala larangannya. dengan begitu kita akan termasuk kepada orang-orang yg beriman dan bertaqwa.

2. Pemujaan terhadap Alam Semesta
           Masih berkaitan dengan pembahasan pada point 1, bahwa alam semesta itu diciptakan oleh ALLAH SWT. Oleh karenanya, kita sebagai khalifah di muka bumi ini sewajibnya untuk menjaga dan memelihara alam semesta ini. Cara yang paling mudah saja yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu alam pun akan bersahabat dengan kita dan juga segala bencana alam seperti banjir dan yang lainnya tidak akan terjadi.

3. Pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap suci
          Biasanya pemujaan pada benda suci dilakukan oleh orang pada zaman dahulu. Hal ini dikarenkan pada zaman dahulu manusia belum mengenal apa itu Agama. jadi banyak orang dulu yang menganggap benda-benda seperti pohon, batu, dan yang lainnya adalah sebagai sesuatu hal yg suci yang harus mereka sembah.

4. Pemujaan terhadap Sesama Manusia
           Maksud dari pembahasan ini adalah kita sesama manusia harus saling hormat-menghormati. Karena Manusia dimuka bumi ini derajatnya dimata ALLAH SWT adalah sama. untuk itu sesama manusia haruslah saling menghormati. lalu bagaimana contohnya?, contohnya simpel dengan kita menghargai Hak Asasi Manusia saja kita sudah bisa dikatakan menghormati sesama manusia.

           Jadi inti dari semua ini adalah, kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini, tidak boleh sombong ataupun mau menang sendiri. Biar bagaimana pun kita bisa hidup ini karena ALLAH SWT, dan dimata ALLAH SWT semua derajat manusia adalah sama. untuk itu kita hidup haruslah saling berbuat baik antar manusia, hewan maupun tumbuhan. Karena sesungguhnya hidup dimuka bumi hanyalah sementara, jadi merugilah kita kalau pada kesempatan ini tidak kita gunakan untuk berbuat baik.


Senin, 13 April 2015

TIGA UNSUR CINTA MENURUT Dr.Sarlito W. Sarwono

TEMA               : ILMU BUDAYA DASAR

           
            Pengertian cinta dikemukakan juga oleh Dr.Sarlito W. Sarwono, dalam majalah sarinah dengan artikel yang berjudul Segitiga Cinta, Bukan Cinta Segitiga. Dikatakannya bahwa cinta ideal memiliki 3 unsur, yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.

          1. Keterikatan
              Adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi                       dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati, atau ada uang sedikit                   beli oleh-oleh hanya untuk dia.

           2. Keintiman
               Yaitu kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah                  tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan                    dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti Sayang. Makan-minum dari satu piring-                      cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berutang, tidak                      saling menyimpan rahasia, dan lain-lainnya.

            3. Kemesraan
                Yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu,                     adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, saling mencium, merangkul, dan                           sebagainya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut yang menunjukan adanya segitiga                       cinta.



                                                Hasil gambar untuk segitiga cinta menurut sarwono               

Daftar Pustaka :
Widyosiswoyo, Supartono. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia






Senin, 06 April 2015

IBD yang dihubungkan dengan Prosa

TEMA            : ILMU BUDAYA DASAR

           Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu prosa, prosa adalah sebuah cerit rekaan yang mempunyai pemeran, peristiwa dan alur yang dihasilkan secara imajinasi.
           Jenis prosa dibagi menjadi 2 yakni prosa lama yang terdiri dari dongeng, hikayat sejarah, dan juga prosa baru yang terdiri dari cerpen, novel, dan juga biografi.
           Disini saya akan menceritakan sedikit sebuah dongeng khas kota Padang sumatera barat yang berjudul "Malin Kundang"

Malin Kundang
Hasil gambar untuk malin kundang    Malin kundang adalah seorang anak yang hidup dari keluarga miskin. Ia hidup sangat memprihatinkan, suatu hari ayah malin kudang berniat untuk mengadu nasib di negeri seberang demi keluarganya. akhirnya pun ayah malin kundang berlayar untuk mengadu nasib di negeri seberang. Malin kudang pun hidup hanya berdua dengan ibunya. Suatu hari ketika malin kundang sedang bermain mengejar ayam milik ibunya, seketika malin kundang terjatuh dan terluka. akhirnya ibu malin kundang pun mengobati luka malin kundang. "luka ini bisa sembuh tetapi bekasnya akan sulit hilang" kata ibunya. malin kundang sangat disayangi oleh ibunya. 
              Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berjalan sangat cepat. malin kundang pun berubah menjadi seorang pemuda yang tampan. Ia berniat akan mengadu nasib ke negeri seberang. awalnya ibunya melarangnya, ibunya takut malin kundang akan bernasib sama seperti ayahnya yang sejak saat ini tidak ada kabarnya. malin kundang pun memohon kepada ibunya agar diizikannya. akhirnya malin kundang diizinkan.
              setelah mengadu nasib ke negeri seberang, malin kundang pun berubh menjadi orang yang sukses dan kaya. Ia pun menikah dan mengajak istrinya pergi ke pulau dimana malin kundang tinggal. setelah tiba di pulau dimana malin kundang tinggal, malin kundang pun bertemu dengan ibunya yang sekarang semakin tua. yang mengejutkan malin kundang tidak mengakui kalau wanita tua yang ada didepannya adalah ibunya. bahkan malin kundang mengusir wanita tua tersebut. ibunya pun sedih, dan seketika berkata "kalau itu benar anakku malin kundang, aku kutuk dia menjadi batu". seketika langit yang cerah berubah menjadi banyak petir, dan tubuh malin kundang pun menjadi kaku. malin kundang pun tertelungkup di tanah dan tak lama ia pun berubah menjadi sebuah batu.

Nilai-nilai yang saya peroleh :
1. Memberi kesenangan : pada cerita ini saya sangat terhibur karena ceritanya sangat unik, dimana ada seorang anak yang bisa berubh menjadi batu. 
2. Memberi informasi : pada cerita ini saya menjadi tau ada sebuah daerah miskin di tepian pantai yang berdektan dengan daerah padang sumatera barat
3. sebagai warisan budaya : di pesisir pantai air manis kota padang sumatera barat, tersedapat sebuah batu yang berbentuk seseorang yang sedang tertelungkup. Batu tersebut diduga adalah malin kundang yang dikutuk oleh ibunya menjadi batu.
4. keseimbangan wawasan : pada cerita ini saya tidak hanya tau kehidupan di kota padang tetapi saya bisa tau kalau dikota padang mayoritas penduduknya adalah seorang petani ataupun nelayan.

jadi intinya, dengan kita membaca prosa, bukan hnya kita bisa terhibur, tetapi kita juga bisa menambah wawasan kita akan cerita cerita yang ada di nusantara indonesia.